Daun Stevia Pengganti Gula: Solusi Pemanis Penderita Diabetes

Bagian tanaman stevia yang digunakan untuk pemanis adalah daunnya. Daun stevia mengandung senyawa golongan glikosida steviol selain itu juga terdapat senyawa lain seperti saponin, sterol, tanin, dan karotenoid. Selain itu stevia mengandung protein, serat, besi, kalsium, kalium, senyawa flavonoid (fenolik) vitamin C, dan vitamin A.

Gambar 1. Stevia (http://www.asia.ru/en/Catalog/?page=3&category_id=14586)

Glikosida steviol merupakan suatu glikosida yang terdiri dari 2 bagian, yakni gula dan aglikon berupa diterpen. Glikosida ini termasuk O-glikosida karena gula terikat pada aglikon melalui ikatan C-O.

Glikosida steviol yang menyebabkan rasa manis dari daun stevia adalah steviosida. Pada daun stevia terkandung steviosida sebanyak 3-10% dari bobot keringnya, yang memiliki tingkat kemanisan 300 kali dari larutan 0,4% sukrosa.

Steviosida merupakan bahan pemanis alami yang tidak berkalori sehingga tidak menaikkan kadar gula dalam darah dan tidak memungkinkan pertumbuhan bakteri dan ragi pada produk pangan yang menggunakan stevia sebagai pemanis. Steviosida dapat mempelambat pembentukan plak dan karies gigi serta tidak toksik.

Gambar 2. Struktur steviosida (http://www.lni.unipi.it/stevia/stevia/stepadog.htm)

Mekanisme stevia tidak menaikkan kadar gula dalam darah adalah sebagai berikut dalam tubuh steviosida akan mengalami hidrolisis di usus halus menjadi steviolbiosida yang dengan segera akan diubah menjadi steviol. Steviol yang terbentuk akan meningkatkan kerja insulin di dalam tubuh sehingga kadar gula dalam darah akan menurun.

Daun stevia dapat langsung digunakan sebagai pemanis. Cara untuk memanfaatkannya yaitu dengan dikeringkan. Proses pengeringannya tidak memerlukan panas yang tinggi. Untuk skala rumah tangga, cukup dengan mengeringkannya di bawah sinar matahari selama kurang lebih 12 jam, mengeringkannya lebih dari itu akan menurunkan kadar steviosidanya. Atau dengan mengeringkan daun stevia di dalam microwave selama 2 menit, kemudian diserbukkan. Serbuk ini dapat langsung dikonsumsi sebagai pemanis makanan. Pemanis stevia juga dapat dikonsumsi dalam bentuk cair, yakni dengan merendamnya selama 24 jam kemudian disimpan di dalam kulkas. Perbandingan (1:4) air dengan daun stevia. Kelarutan steviosida di dalam air pada suhu 200C minimal sebanyak 40% (b/b). Peningkatan jumlah steviosida yang tersari akan semakin meningkat dengan meningkatnya suhu penyarian. Yang harus tetap diperhatikan adalah faktor keamanannya. Jangan menggunakan stevia secara langsung apabila daun terpapar pestisida atau bahan kimia lain yang berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu sangat dianjurkan untuk budidaya stevia dengan cara pertanian organik.

Baca lebih lanjut:

http://ditjenbun.deptan.go.id/budtansim/index.php?option=com_content&view=article&id=52:mengenal-stevia-sweat-honey-leaf-sebagai-sumber-pemanis&catid=8:inventaris-berita&Itemid=30

Geuns, J.M.C., 2003, Molecules of Interest Stevioside, http://www.steviainfo.com/research_articles

Yatka, R.J., 1991, Method of Controlling Release of Stevioside in Chewing Gum and Gum Produced Thereby, http://www.wipo.int/pctdb/en/wo.jsp

About edhisambada

Saat ini menjalani profesi apoteker USD, mempunyai hobi mencari artikel2 yang menarik dan tenis. View all posts by edhisambada

8 responses to “Daun Stevia Pengganti Gula: Solusi Pemanis Penderita Diabetes

  • opik_bidin

    hati2 untuk bilang bahan itu toksik atau ga, karena kan belum ada ujinya. Terus soal ga ada nilai kalori, opik ragu, soalnya klo diliat ada 3 glikon yang kesambung ama struktur terpen, yang bisa kehidrolisis jadi gula,(kurang tahu jenisnya, jadi glukosa,laktosa, atau apa) jadi pasti ada nilai kalorinya dong, terus terpen2 kan biasanya punya efek2 (tahu steroid kan?). Terus soal menurunkan kadar gula darah, bukannya klo tuap orang abis makan pasti turun ya? (klo normal) soalnya pas opik blajar fisiologi olahraga, penyerapan gula dari usus yang tinggi saat pencernaan akan merangsang keluarnya insulin sehingga gula darah akan drop saat itu, dan baru normal lagi kira2 2 jam setelah makan

    • edhisambada

      Trmksh tanggapannya kang, kl soal toksik atau gak nya, sudah diteliti di luar sana bukan di Indonesia…dan intinya tidak toksik. Makanya saya berani menyatakan senyawa itu g toksik. Sekarang pun banyak produk yang memakai stevia sebagai bahan pemanisnya untuk konsumen penderita diabetes. “They also do not induce a glycemic response when ingested, making them attractive as natural sweeteners to diabetics and others on carbohydrate-controlled diets.” itu pernyataan uncle wikipedia dan ada referensi induknya.

      A 1985 study reporting that steviol may be a mutagen has been criticized on procedural grounds that the data were mishandled in such a way that even distilled water would appear mutagenic. More recent studies appear to establish the safety of steviol and its glycosides. In 2006, the World Health Organization (WHO) performed a thorough evaluation of recent experimental studies of stevia extracts conducted on animals and humans, and concluded that “stevioside and rebaudioside A are not genotoxic in vitro or in vivo and that the genotoxicity of steviol and some of its oxidative derivatives in vitro is not expressed in vivo.” The report also found no evidence of carcinogenic activity. The report also suggested the possibility of health benefits, in that “stevioside has shown some evidence of pharmacological effects in patients with hypertension or with type-2 diabetes”. (Wikipedia).

      Soal nilai kalori dari steviosida begini logika nya: jika rasa manis dari steviosida 40-300 x dari sukrosa (gula) maka jumlah steviosida yang dibutuhkan untuk menyediakan rasa manis gula misal ukuran manis gulanya 40-300 gula adalah 1 buah steviosida. Nah, akan mengurangi kan jumlah glukosa yang terkonsumsi. Makanya penderita diabet bisa diet karbohidrat.

      Disini saya membahas tentang orang dibetes kang. Toh pernyataan kang di atas kurang lengkap, penurunan kadar gula darah akan terjadi setelah beberapa jam setelah makan karena setelah makan kadar gula darah pasti akan naik dulu kang.

  • obeng

    nanya kang edhisambada.:::
    kalau budidaya bunga stevia yang sudah di daerah mana ya?

  • agus r

    Menurut ane gan kalo stevia berasal dari amerika selatan menurut uji toksik stevia sudah aman gan,.,asal dari luar dan orang luar pun pasti sebelumnya ada uji dulu,,apa lagi sudah ada uji invitro dan invivo dari WHO,,ini argumen saya,.,kebetulan saya juga anak pangan sedikit tau tentang uji invivo dan invitro,.

  • helme sitompul

    hello kang,. saya sering ke desa nglurah,.disana lumayan juga ya stevia,.hampir seluruh desa nanam,.klu kang edhisambada mau join dengan saya dlm pengadaan bahan baku industri boleh juga kang..klu saya ambil dari kang edhisambada brp perkg?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: