Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode Deoksiribosa

Deoksiribosa (2-deoksi-D-ribosa) merupakan gula yang mempunyai lima atom karbon yang merupakan turunan dari suatu gula pentose, yaitu ribose. Gula ini merupakan bagian dari DNA.

Beberapa produk degradasi deoksiribosa, saat dipanaskan pada pH rendah terdekomposisi menjadi malondialdehid (MDA), yang dapat terdeteksi dengan penambahan asam tiobarbiturat (TBA) menghasilkan kromogen MDA-TBA yang berwarna merah muda. Pembentuka MDA dari deoksiribosa menjadi dasar uji penangkapan radikal hidroksil.

Proses degradasi deoksiribosa oleh radikal hidroksil terjadi melalui beberapa tahap. Tahap-tahap ini terjadi pada saat campuran reaksi yang terdiri dari pereaksi Fenton (FeCl3, EDTA, H2O2, vitamin C) dan deoksiribosa diinkubasi pada suhu 370C selama 30 menit. Tahap-tahap reaksi tersebut adalah reaksi pembentukan radikal hidroksil dari reaksi Fenton dan degradasi deoksiribosa oleh radikal hidroksil.

TAHAP I. Reaksi pembentukan radikal hidroksil.

Untuk menghasilkan radikal hidroksil diperlukan reaksi Fenton. Dalam reaksi Fenton, vitamin C berfungsi untuk mempercepat proses reduksi Fe3+ menjadi Fe2+. Semakin cepat Fe3+ direduksi menjadi Fe2+ maka radikal hidroksil juga akan semakin cepat terbentuk karena Fe2+ akan bereaksi dengan H2O2 dan menghasilkan radikal hidroksil (.OH). Penambahan suatu ligan (EDTA) pada besi dapat meningkatkan konstanta kecepatan reaksi antara Fe2+ dengan H2O2. Reaksi pada tahap ini adalah sebagai berikut ini:

TAHAP II. Reaksi degradasi deoksiribosa

Radikal hidroksil yang terbentuk dari reaksi Fenton akan menyerang  deoksiribosa dan mendegradasinya menjadi fragmen-fragmen. Reaksi degradasi ini sangat kompleks. Proses degradasi terjadi ketika radikal hidroksil menyerang deoksiribosa dengan cara abstraksi hydrogen dan membentuk suatu radikal deoksiribosa kemudian akan segera diubah menjadi radikal gula peroksil. Reaksi:

Selanjutnya, radikal gula peroksil ini akan mengalami sejumlah rangkaian reaksi yang terdiri dari disproporsionasi, penataan ulang, dan pemecahan ikatan C-C sehingga dapat menghasilkan suatu prodeuk karbonil yang disebut malonaldehid (MDA). Pelepasan MDA dari deoksiribosa telah digunakan sebagai dasar metode deoksiribosa.

Selanjutnya, MDA dideteksi dengan menambahkan larutan tersebut dengan asam tiobarbiturat (TBA) dalam suasana asam. Molekul MDA dapat bereaksi koppling dengan molekul TBA dan membentuk suatu kromogen berwarna merah muda yang absorbansi-nya dapat diukur pada panjang gelombang 532 nm. Reaksi kopling-nya sebagai berikut:

About edhisambada

Saat ini menjalani profesi apoteker USD, mempunyai hobi mencari artikel2 yang menarik dan tenis. View all posts by edhisambada

14 responses to “Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode Deoksiribosa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: